🆘 #SRBergerak

twitter-logo

:hn :hn ..:: PERHATIAN ::.. :hn :hn

Baca dulu #1

JAKARTA, KOMPAS.com — Pengemis di Jakarta, terutama di Jakarta Selatan, bisa mendapatkan Rp 500.000 hingga Rp 700.000 per hari. Fakta itu membuat pengemis merasa dimanja sehingga sulit direhabilitasi.

Kepala Seksi Rehabilitasi Sosial Jakarta Selatan, Miftahul Huda, mengatakan, pihaknya telah berusaha mengatasi masalah gelandangan dan pengemis dengan melakukan pembinaan. Meski begitu, menurut Miftahulada, selalu ada orang yang memilih kembali mengemis.

“Pembinaan dilakukan dua minggu, kalau potensial dan masih muda akan dikirim ke perkebunan di Sumatera dan Kalimantan. Banyak kok yang sudah dikirim,” jelas Miftahul, Rabu (26/6/2013).

“Pola pikir (pengemis) sudah sulit diubah, terlanjur dimanja dengan enaknya hidup di jalanan,” lanjut Miftahul.

Miftahul pun mengimbau masyarakat untuk membantu pemerintah mengatasi gelandangan dan pengemis dengan tidak mudah memberikan uang kepada mereka.

“Jangan terkecoh penampilan. Jika ingin memberi sumbangan, salurkan ke masjid, panti asuhan, dan yayasan-yayasan sosial yang resmi,” tandasnya.

Baca dulu #2
Media Subulussalam, Surabaya — Cak To berasal dari keluarga pengemis, berkarir sebagai pengemis, dan sekarang jadi bos puluhan pengemis di Surabaya. Dari jalur minta-minta itu, dia sekarang punya dua sepeda motor, sebuah mobil Honda CR-V, dan empat rumah.
Sekarang menjadi Bos lebih dari 54 pengemis di Surabaya, Cak To tak perlu lagi mengemis seperti dulu tapi cukup memberikan trening Motivasi Kepada anak-anak buahnya.
”Kali pertama, teman-teman mengaku malu. Tapi, saya meyakinkan bahwa dengan pekerjaan ini, mereka bisa membantu saudara di kampung,” Ungkap Cak To.
Pria beranak dua itu mengaku sadar bahwa profesinya akan selalu dicibir orang. Namun dia menanggapinya dengan enteng ”Yang penting halal,” katanya.
Sekarang, setiap hari, dia mengaku mendapatkan pemasukan bersih Rp 200 ribu hingga Rp 300 ribu. Berarti, dalam sebulan, dia punya pendapatan Rp 6 juta hingga Rp 9 juta. (ms)

Sekarang yang namanya sedekah pengemis mah kurang tepat sasaran, kenapa? Ya karenna mending kalau pengemisnya itu karena keterpaksaan ekonomi, lah kalo mengemis itu udah dijadikan profesi gimana? Jangan salah, penghasilan pengemis itu besar lho, menggiurkan buat kita semua. Mungkin ada dari kita yang berpikir, “Ah, yang penting kan kewajiban gue untuk sedekah udah dilaksanakan?”

Memang betul, meski kamu dapat pahala tapi sangat disayangkan sedekah kamu itu tidak berefek apa-apa untuk mereka. Buat para pengemis yang menjadikan ini sebagai profesi, ga ada artinya Rp. 100,- tapi buat mereka yg benar-benar membutuhkan, setiap sen yang kamu berikan sangat membuat mereka bersyukur. Tentunya kamu bisa dapet bonus doa dari mereka dong? :D

Yupss.. itulah kenapa saya memberi satu referensi khusus untuk mengalihkan sedekah kamu ke tempat yang tepat, yaitu Sedekah Rombongan. Ini bukan milik saya, saya juga bukan salah satu petugasnya, saya cuma membantu mereferensikan aja. Memang ada banyak sih organisasi sejenis seperti ini, tapi saat ini Sedekah Rombonganlah yang banyak dikenal & sangat aktif dalam pemberian bantuan. Dana yang kalian kumpulkan itu benar2 digunakan 100% untuk mereka yang membutuhkan. Bisa langsung klik di gambar untuk langsung menuju web resminya. Selamat semangat bersedekah.. :angel: