The Intelligence of Qur’an (part 2)

(Tulisan ini ditulis pertama di akun facebook pertama saya pada 9 Oktober 2010 :D)

Tulisan ini aku tulis hanya sekedar pengingat saja untuk kita semua para Muslim agar kita tetap masih diberikan ketenangan batin dalam meski didera masalah.

Kita semua yang hidup di jaman sekarang, pastilah pernah yang mengalami patah hati, TETAPI tidak banyak orang yang sadar apa arti CINTA SEJATI pada dasarnya. Dan tidak dapat ditutupi, aku juga pernah mengalami hal yang sama, pernah patah hati seperti yang kutuangkan dalam note The Intelligence of Qur’an sebelumnya. Tetapi waktu itu untungnya Allah membantuku untuk sadar dalam masalah waktu itu, ya akhirnya aku sadar akan sesuatu, dan mungkin di note pada kali ini aku akan menuangkan beberapa hal yang mungkin BISA mengurangi perasaan buruk kita disaat kita diberi masalah.

Ketika disaat kalian merasa patah hati hanya karena cinta dari seorang manusia, perlu diketahui, manusia hanyalah kumpulan tulang, darah, dan seonggok daging yang fana, lalu kenapa hanya karena cinta dari seorang manusia dapat “melumpuhkan” kita? Cobalah untuk mengingat kematian jikalau kalian merasa cinta manusia dapat melumpuhkan kalian.

Ketika tangan dari para kekasih mengusung kita & menurunkan tubuh kita ke dalam lahat dengan air mata kesedihan, tahukah keadaan kita? seluruh tali pengikat kafan dibuka, lalu wajah dibuka dari kafan. Tubuh ditaruh dalam posisi miring menghadap ke kanan yaitu kiblat, lalu punggung kita diganjal batu bata agar tubuh tidak terlentang lagi, yaitu tetap miring menghadap kiblat, & wajah kita ditempelkan ke dinding kubur, agar terus wajah kita mencium tanah dinding kubur yang dingin & lembab itu.

Lalu kayu papan diletakkan diatas tubuh kita bersandarkan dinding kubur, menutup seluruh tubuh kita agar tanah tidak langsung menimpa tubuh, lalu tanah mulai ditumpahkan diatas tubuh kita. Setelah itu kita ditinggal disana, dalam kesempitan dan kegelapan, panas, gelap, & sendiri. Bukan sebulan atau dua bulan, tapi bisa ratusan tahun atau ribuan tahun sendiri, tak bisa curhat, tak bisa berhubungan dengan siapapun, tak bisa bergerak kemana-mana, tak ada pemandangan, tak ada warna, yang ada hanya kegelapan & kegelapan, menunggu & menunggu. Ribuan tahun & sendiri.

Yang ditunggu adalah sidang akhir pertanggungan jawab, harap-harap cemas diselingi putus asa & penyesalan. Itulah yang terus menghantui kita kelak. Dan ketika mengingat ini, maka leburlah segala kekerasan hati, mencair, & jiwa terpanggil untuk sujud sambil menangis, mengadu pada Allah jika ingat akan hal itu karena hanya Dialah yang melihat keadaan kita saat itu. Ya..  hanya Dialah yg ada saat itu. Untuk inilah kita mendekat pada Nya, agar Dia tak melupakan kita saat itu dan mengasihani kita yang telah terbujur kaku didalam tanah lembab ribuan tahun.

Kita mungkin bisa mengabaikan cinta-Nya saat ini, tapi aku yakin ada saat pada suatu hari nanti kalian akan SANGAT merindukan-Nya.

Cinta-Nya abadi, & cinta selain kepada-Nya adalah fana.